Ritual Pemindahan Waruga Kinaangkoan Sukses Digelar

oleh

Kalawat, Sulut Aktual – Puluhan waruga Kinaangkoan di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut), bakal dipindahkan di tempat relokasi dengan menggunakan ritual adat, meminta petunjuk lewat orang yang disebut Paampetan (orang yang tubuhnya di masuki oleh orang tua dulu) Kamis (15/12/2016).
textart_161216074734
Herry Welang selaku penerjema Bahasa Dotu (Bahasa orang Tua Dulu) itu mengatakan setelah melakukan ritual adat, para orang tua dulu mengatakan sudah mengijinkan pemindaha Waruga/Makam tersebut namun harus mengikuti aturan. “Waruga yang akan di pindahkan agar supaya di pindahkan pada tempat yang selayaknya, jangan asal asalan” kata Makaleow
textart_161216075051
Tambahnya jikalau Waruga itu diletakkan begitu saja atau di bongkar dengan tidak sewajarnya maka akan terjadi sesuatu yang kita semua tidak inginkan kata Makaleow dengan menggunakn bahasa Tombulu yang di terjemah oleh Harry.

Selain itu Ada juga Dotu Toar yang berpesan dalam pembongkaran waruga itu di laksanakanla dengan baik dan jikalau saat memindahkan waruga, terdapat benda-benda yang berbentuk pusaka jangan berani mengambil atau menggunakannya dengan tidak sewajarnya. “Apabilah kedapatan maka benda itu akan menimbulkan hal yang buruk pada orang itu,” kata Toar saat memasuki Paampetan dengan menggunakan Bahasa Tombulu.

Baca juga:   Deybert Rooroh Kembali Dipercayakan VAP-Jo Pimpin PDAM Minut

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minut Dra Femmy Pangkerego MPd ME mengatakan pemindahana waruga ini sudah di sepakati oleh masyarakat Adat setempat untuk dipergunakan sebagai fasilitas umum yakni membagun Waduk Kuwil Kawangkoan yang akan menjadi magnet bagi pariwisata dan akan menjadi nilai jual yang baik untuk Minut.

Sementara itu Waruga yang akan di pindahkan sudah ada tempat yang di sediakan dan akan di tatah sebagai mana yang sudah di katakan Dotu Toar Dan Malaleou

Hadir Juga Ketua Tim 9 Tonaan BM Waani Unsulangi, Balai Sungai yang diwakili PPK Lidya Karema, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulut, Rusli Manorek, Tonaas Adat Yan Wurangian, serta sejumlah tonaas dan pemerhati budaya Minut.
(Marvil Kembuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *