Lahan SMKN 1 Airmadidi, Diduga Sengaja Dibuat Jalan Masuk Rumah Pribadi Kepsek

oleh

Airmadidi, SulutAktual – Tanah di kompleks SMKN 1 Airmadidi menuai sorotan sejumlah masyarakat. Ini terkait posisi rumah Kepala Sekolah SMKN 1 Airmadidi Eleonora Sompie SPd MM yang terletak di bagian dalam kompleks sekolah.

Informasi yang dihimpun, masalah tersebut mencuat setelah Sompie membangun tiga ruang kelas di bagian bukit belakang sekolah.

Diduga, tiga ruang kelas sengaja dibangun di bagian belakang sekolah, agar bisa dibangun akses jalan untuk menuju kelas, sekaligus jalan masuk ke rumah pribadi kepala sekolah.

“Tanah milik kepala sekolah kan ada di belakang sekolah, makanya ruangan kelas sengaja dibangun di areal bukit agar bisa dibangun juga jalan menuju kesana, yaitu melewati rumah pribadi kepsek,” kata sumber.

Dugaan tersebut rupanya telah masuk ke ruang kerja Inspektorat Minut, dengan dugaan pembangunan jalan sekolah yang tidak sesuai peruntukan.

Inspektur Inspektorat Minut Umbase Mayuntu membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporannya ada, tapi belum ditindaklanjuti,” kata Mayuntu.

Baca juga:   Kapolres Pattiwael Pimpin Langsung Operasi Pakapara

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Airmadidi Eleonora Sompie membantah tuduhan terkait pembangunan akses jalan ke tiga ruang kelas di areal bukit.

Menurut Sompie, hal yang wajar jika dibangun ruang kelas di atas bukit mengingat jumlah siswa terus bertambah dan pihaknya juga mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan.

“Nah, akses jalan yang paling tepat untuk ke ruang lelas, yaitu melalui jalan samping sekolah. Bukan saya sengaja membangun jalan supaya tembus ke rumah saya,” kata Sompie, Rabu (7/12/2016)

Sompie menjelaskan, dua ruang kelas dan sebuah kantin sekolah, dibangun di atas lahan pribadinya. “Waktu zaman Kepala Dinas Pendidikan Alm Fredriek Katuuk, disepakati tukar guling lahan sekolah, yaitu tanah saya diberikan untuk dibangun ruang kelas, nanti ada tanah milik sekolah untuk saya. Tapi belum selesai pengurusan lahan, almarhum sudah meninggal. Jadi masalah ini terkatung-katung,” ujar Sompie.

Baca juga:   Lengkong Buka CCA PKB GMIM Rayon Minut

Ditambahkannya, dirinya akan berhadapan langsung dengan bidang aset pemkab untuk menjelaskan terkait lahan tersebut.
(Marvil Kembuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *