Paripurna Ranperda APBD 2017 Pemprov Sulut Sukses Digelar

oleh

Manado, SulutAktual – Rapat paripurna DPRD Provinsi Sulut dengan agenda penyampaian ramperda APBD provinsi Sulut Tahun Anggaran 2017 yang di pimpin langsung oleh ketua dewan provinsi (Deprov) Sulut, Andre Angow. Selasa (15/11/2016), sukses digelar.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat mengadiri rapat paripurna tersebut mengatakan Total ranperda APBD Provinsi Sulut tahun anggaran 2017 meningkat 17%.
“Pendapatan daerah di targetkan sebesar Rp 3,556.372.800.000 meningkat 22% di banding pendapatan daerah  2016, yang di peroleh dari pendapatan asli daerah sebesar Rp.1.076.342.496.000, Dana pertimbangan Rp.2.429.190.571.000, serta lain lain pendapatan daerah sebesar Rp.50.839.733.000,” katanya.
Lanjutnya, Belanja yang di targetkan sebesar Rp.3,572.342.500.000, meningkat 17 persen di bandi belanja di tahun 2016, ini yang mecapai Rp.3.060.766.551.091, Belanja tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.2.097.592.680.000, dan belanja langsung seberar Rp.1.474.749.820.000, pembiayaan daerah sebesar Rp.15.969

700.000, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp.45.969.700.000, merupakan perkiraan silpa.

Pengeluaran pembiayaan Rp.30.000.000.000, untuk penyertaan modal investasi kepada BUMN PT. Bank SulutGo dan PT sulut pembangunan.

Sementara untuk program prioritas dan kegiatan yang di laksanakan perangkat daerah antara lain urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar di alokasikan anggaran sebesar Rp.826.242.400.000 guna membiayai kegiatan strategis yang terdiri dari pemeliharaan jalan dan jembatan, rehabilitasi saluran irigasi, penataan ruang, sanitasi dan persampahan Upaya memperkuat IPM bidang pendidikan, lama sekolah, pelaksanaan paket C untuk 1000 peserta persamaan SMA/SMK, bea siswa 2000 siswa kurang mampu/miskin, program kerjasama dengan perguruan tinggi yang diperuntukan bagi peralatan laboratorium dan Data Base Centre yang nantinya dapat digunakan untuk konektivitas ujian nasional berbasis komputer sehingga banyak siswa SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, meningkatkan keselamatan ibu melahirkan dan anak, perbaikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan didaerah terpencil, kepulauan dan peratasan serta masyarakat miskin, pemberian bantuan stimulan perumahan swadaya dan pengadaan tanah untuk indrastruktur bagi kepentingan umum, pembangunan rumah layak huni untuk 400 rumah fakir miskin dan pelaksanaan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Baca juga:   Polres Minut Amankan Kunjungan Megawati

Sementara urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar di alokasikan anggaran sebesar Rp.133.711.909.000 guna membiayai kegiatan strategi antara lain pemeliharaan jalan dan jembatan, rehabilitasi seluruh irigasi penataan ruang, sanitasi dan persampahan.
Upaya memperkuat IPM bidang pendidikan, lama sekolah, pelaksanaan paket C untuk 1000 peserta persamaan SMA/SMK, bea siswa 2000 siswa kurang mampu/miskin, program kerjasama dengan perguruan tinggi yang diperuntukan bagi peralatan laboratorium dan Data Base Centre yang nantinya dapat digunakan untuk konektivitas ujian nasional berbasis komputer sehingga banyak siswa SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, meningkatkan keselamatan ibu melahirkan dan anak, perbaikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan didaerah terpencil, kepulauan dan peratasan serta masyarakat miskin, pemberian bantuan stimulan perumahan swadaya dan pengadaan tanah untuk indrastruktur bagi kepentingan umum, pembangunan rumah layak huni untuk 400 rumah fakir miskin dan pelaksanaan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Baca juga:   Wabub Pantau UN SMP

Sementara urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dialokasikan anggaran sebesar Rp.133.711.909.000.- Alokasi anggaran ini di peruntukan  bagi kegiatan srategis diantaranya pelatihan kepada 1008 calon tenaga kerja, 415 wirausaha baru yang diikuti dengan pemberian bantuan peralatan produksi, peningkatan kualitas hidup perempuan dalam bentuk pelatihan keahlian,disertai dengan pemberian bantuan peralatan, pembangunan lumbung pangan di Marore, pengadaan kendaraan Truk Ambrol Sampah untuk penanganan sampah, kegiatan bina Desa, penyusunan DED Break Water dan Trem berbasis Rel, pemberian  bantuan angkutan mobil pick up untuk wilayah perbatasan, pembangunan Command Centre, pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu, pembangunan kebudayaan daerah.
Urusan pilihan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 154.097.013.000 untuk membiayai kegiatan utama seperti pengadaan bibit pertanian dan peternakan, pengadaan vaksin rabies serta pembangunan sekolah pertanian, pemgadaan bibit kelapa, cengkih, pala dan kakao, pembangunan DAM untuk Daerah Aliran Sungai,pengadaan Solar Home System untuk masyarakat miskin, serta pengadaan PLTS communal dan Genset untuk daerah kepulauan, penataan dan revitalisasi kawasan pariwisata, pengadaan katinting dan motor tempel serta pemberdayaan usaha ekonomi nelayan.
Sedangkan terkait dengan urusan penunjang dialokasikan anggaran sebesar Rp. 358.698.498.000,-  untuk membiayai kegiatan strategis antara lain, pembangunan Anjungan SULUT di Taman Mini Undonesia Indah, E-Peeformance dan integrasi SIMPEG dan E-absen, pelaksanaan Assesment Aparatur Sipil Negara perencanaan pembangunan Gedung Badan Diklat, revisi perda RPJPD, RPJMD Provinsi Sulut dan Revisi RPJPD, RPJMD 15 Kab/Kota, pematangan lahan untuk pembangun rumah korban banjir, upaya memperhankan opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (BPK), ujar Dimdokambey. Turut hadir Sekprov Edwin Silangen SE MS.

Baca juga:   HUT Desa Kaima ke-247 Disambut Meriah

(Marvil kembuan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.