Bakal Calon Tidak Lulus Tes Pilhut Masih Menuntut

oleh

AIRMADIDI, SULUTAKTUAL – Sebanyak 10 Desa yang bakal calonnya melebihi 5 bakal calon sampai saat ini belum juga tuntas. Pasalnya, karena rasa ketidak puasan dari hasil tes tertulis yang dilakukan pekan lalu, hingga 23 bakal calon kumtua sampai saat ini masih menuntut.

Tak hanya tuntutan bakal calon, saat ini juga panitia desa mulai buka mulut dengan adanya tidak transparan tes tertulis bakal calon kumtua tersebut.

“Sesuai Perbub nomor 3 Tahun 2015 tentang Desa, tes tertulis ini dilaksabakan di desa. Tetapi sudah dilaksanakan oleh kabupaten. Kami oke saya, tetapi mengapa jadinya seperti ini, banyak bakal calon yang mengeluh,” ungkap Arie Ngangi, Panitia Desa Wori.

Ditambahkan Hadi Wiyono, Panitia Desa Kalawat, pihaknya sebagai panitia selalu diserang karena tidak transparannya tes tertulis. “Kalau transparan, dan sesuai hasilnya, kami tidak akan seperti ini, diserang bakal calon,” katanya.

Baca juga:   Ternyata Bukan Mushola Tapi Balai Pertemuan. Bupati VAP: Saya Jamin Pembangunannya Asalkan Sesuai Aturan

Terpisah, sejumlah perwakilan dari Kecamatan Likupang, mereka merasa dirugikan karena ketidak transparannya hasil tes tertulis. “Kami berharap ini akan segera selesai, agar pilhut serentak 56 desa akan dilakukan 3 Mei nanti,” tukas mereka.

Ditempat terpisah, Ketua Dekab Berty Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan adanya tuntutan bakal calon dan panitia deaa untuk membuka hasil tes tertulis tersebut.

“Sampai saat ini masih sementara pertemuan dengan BPMPD, kami sudah serahkan semua ke panitia desa,” tukasnya.

Kepala BPMPD Sammy Rompis saat dikonfirmasi masih melakukan pertemuan dengan panitia desa dan sejumlah bakal calon. Sampai berita ini diturunkan belum ada kesepakatan.(rik/agl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *