Manfaatkan Kearifan Lokal Bantuan Covid 19, Rp 695,6 Juta Dana Mengalir Ke Masyarakat

oleh
Kepala Disnaker Sangihe Dokta Pangandaheng.

TAHUNA-Terobosan Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME mengalirkan anggaran mencapai ratusan juta pada masyarakat ditengah pandemi Covid 19 dengan memanfaatkan kearifan lokal patut dianjungi jempol. Kenapa tidak, ditengah dampak yang luar biasa terkait pandemi Covid 19, Gaghana menyertakan potensi kearifan lokal berupa Sagu dan ikan segar dalam bantuan bahan pokok (Bapok) bagi masyarakat terdampak Covid 19.

Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Sangihe Dokta Pangandaheng menyatakan terobosan Bupati ini bukan hanya dalam kaitannya mengangkat potensi kearifan lokal Sagu sebagai makanan khas Sangihe, tetapi ada dampak yang besar dan akan dirasakan oleh pengolah sagu dan nelayan dalam hal ini.

“Sagu adalah makanan lokal dan khas bagi masyarakat Sangihe. Terobosan Bupati bukan hanya sampai pada mengangkat pangan lokal dan sumber daya alam berupa hasil laut. Tetapi disini pola pikir brilian Bupati dengan memanfaatkan pangan lokal dan sumber daya alam daerah setidaknya ada dana yang akan mengalir ke masyarakat pelaku usah pembuatan sagu dan nelayan”, ungkap Pangandaheng.

Baca juga:   Kerabat Sempat Ditolak Jenguk Korban

Dalam kaitannya dengan penyaluran Bapok bagi terdampak Covid 19, lanjut Pangandaheng, dari jumlah 20 ribu Kepala Keluarga sasaran dan Sagu bersama ikan asin segar disertakan dalam Bapok maka ada ratusan juta mengalir ke masyarakat dan uang ini tidak keluar daerah tetapi berputar di Sangihe.

“Data tahap pertama penyaluran Bapok sekitar 1200 KK, ini belum kita sertakan Bapok Sagu dan ikan segar. Sisanya ada sekitar 18.800 KK yang sudah kita sertakan Sagu dan ikan dalam Bapok. Sagu setiap paket Bapok kita beri 4 kilogram dengan nominal Rp 25 Ribu dan ikan asin 1,5 kilogram dengan nilai beli Rp 12 Ribu. Kalau kita jumlahkan untuk Sagu Rp 25 Ribu dikalikan 18.800 KK maka jumlah Rupiah yang dibayarkan bagi masyarakat khususnya pengolah Sagu nominalnya mencapai Rp 470 Juta. Ikan asin Rp 12 Ribu dikalikan 18.800 KK maka jumlahnya mencapai Rp 225,6 juta. Dan grand totalnya adalah Rp 695.6 Juta”, ungkap Pangandaheng.

Baca juga:   Sangihe Bidik WTP LHP APBD 2017

Jumlah anggaran senilai Rp 695.6 juta lanjut Pangandaheng mengalir bagi masyarakat dan berputar di Sangihe. Artinya dari pikiran brilian seorang Bupati Jabes E Gaghana SE ME, memanfaatkan pangan lokal justru mampu mengalirkan anggaran mencapai ratusan juta bagi masyarakat Sangihe ditengah bencana non alam Covid 19 ini.

“Ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Inilah pikiran brilian pimpinan yang harusnya mampu dijabarkan setiap pejabat sesuai dengan tupoksinya. Kalau ada yang ribut soal gengsi makan Sagu bagi bagi warga Sangihe itu sama artinya mengkhianati leluhur”, imbuh Pangandaheng.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *