Kanker Pada Anak Bukan Akhir Masa Depan Penderita, Ini Tipe Tersering

oleh
Seorang anak penderita kanker di Pusat Kanker Anak Estella RSUP Kandou, menuliskan curahan hatinya dan ditempel di sebuah balon gas.(foto: istimewa)
MANADO-Kanker pada anak bukan menjadi perjalanan akhir masa depan mereka.
Itulah yang terlihat saat sejumlah anak penderita kanker dari Pusat Kanker Anak Estella RSUP Kandou Manado, memperingati Hari Kanker Anak Internasional 2019, Jumat (15/2/2019).
Mereka diberikan kesempatan menuliskan curahan hati di sebuah kertas dan ditempelkan ke sebuah balon gas.
Diterbangkannya balon-balon gas tersebut ke udara, disimbolkan curahan hati mereka bisa dijawab Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dirut RSUP Kandou bersama anak-anak penderita kanker, orang tua, dan tim medis, memperingati Hari Kanker Anak Internasional 2019, Jumat (15/2/2019).
Dirut RSUP Kandou bersama anak-anak penderita kanker, orang tua, dan tim medis, memperingati Hari Kanker Anak Internasional 2019, Jumat (15/2/2019).
Dukungan juga diberikan Direktur Utama RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD. Dan akan menopang pembenahan Guest House bagi penderita dan orang tua yang masih dalam tahap pengobatan.
Sementara itu, dalam rilis resmi Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN), menyebut ada 4 kanker pada anak yang banyak ditemui.
LEUKEMIA AKUT

IMG_20190215_210907-539x576

Leukemia sering disebut juga kanker darah putih. Merupakan pertumbuhan tidak terkontrol dari sel darah putih, sehingga merusak sel darah dan jaringan sehat lainnya.
Leukemia Akut adalah tipe kanker tersering pada anak. Gejala yang harus diwaspadai yaitu terlihat pucat, lemah, dan lesu. Sering demam tanpa penyebab jelas, pada kulit terdapat bintik atau bercak-bercak merah dan biru. Nyeri pada tulang, terdapat benjolan kecil di tempat-tempat adanya kelenjar getah bening, dan perut terlihat bengkak atau teraba keras.
Pada anak mempunyai respon terapi lebih baik dibandingkan kanker pada dewasa
RETINOBLASTOMA
Kanan: mata normal. Kiri: mata yang terdiagnosa retinoblastoma.
Kanan: mata normal. Kiri: mata yang terdiagnosa retinoblastoma.
Tipe kanker yang tersering pada mata. Mengenai retina, yaitu bagian mata yang banyak terdapat saraf sebagai sensor cahaya yang masuk dalam mata.
Ditandai dengan warna putih pada lingkaran dalam mata yang tampak saat ada cahaya masuk pada mata, seperti cahaya dari lampu atau cahaya dari kamera.
Mata akan terkesan seperti melihat pada arah yang berbeda dari arah melihat. Mata akan tampak merah dan bengkak.
Retinoblastoma mempunyai prognosis terapi yang sangat baik. Apalagi jika kanker belum meluas dari area mata.
LIMFOMA

images

Disebut juga kanker kelenjar getah bening. Dalam keadaan normal, getah bening merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh yang penting.
Gejala utama pada kanker ini adalah adanya pembengkakan dari kelenjar getah bening ditandai dengan benjolan kecil.
Area paling sering adalah di bagian ketiak, selangkangan, dan leher. Biasanya tanpa tanda-tanda radang seperti tidak adanya rasa nyeri atau kemerahan. Keluhan ini akan disertai lemah, lesu, dan nafsu makan menurun pada anak.
Banyak anak dengan kanker ini mempunyai kesintasan 5 tahun yang baik hingga 83 persen, jika dilakukan terapi sedini mungkin.
NEUROBLASTOMA

IMG_20190215_211002-554x308

Adalah jenis kanker yang melibatkan saraf pada anak. Kanker jenis ini sering terjadi pada Balita dan anak usia dibawah 10 tahun.
Gejala khas yaitu terlihat kelopak mata bengkak dan biru, mata menonjol dan kelopak mata turun, ada juga benjolan-benjolan di kepala.
Anak akan mengeluhkan kaki lemah dan nyeri hingga pincang mendadak, serta perut terlihat besar dan keras.
Dengan terapi yang baik, angka kesintasan hidup anak semakin tinggi. Namun, efek jangka panjang juga harus diperhatikan seperti penurunan pendengaran, skoliosis, masalah pertumbuhan dan lainnya.
Setelah mengetahui jenis kanker pada anak, anda diharapkan menjadi penentu dalam kesintasan hidup para penderita.
Yaitu dengan mengenali gejala dan periksakan sedini mungkin. Dapatkan informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya. Tidak menunda terapi dan kontrol secara rutin ke fasilitas kesehatan.
(harry)
Baca juga:   Doa dan Cinta untuk Tenaga Medis Sulawesi Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *